Tren Gaya Hidup Sehat: Kebiasaan Kekinian Masyarakat Urban

Gaya hidup sehat semakin digemari masyarakat urban Indonesia. Hal ini tampak jelas dari tingginya animo berbagai kegiatan olahraga massal dan pertumbuhan pusat kebugaran di sejumlah kota besar.

Herbalife Run 2025 pekan lalu diikuti lebih dari 5.000 peserta dari berbagai daerah. Menurut Suara.com (24/9/2025), antusiasme peserta tak hanya dipicu minat olahraga, tetapi juga olahraga sebagai gaya hidup.

Herbalife Run 2025 (Sumber: Tempo.co)

Denny Susanto, ketua panitia Herbalife Run 2025, menyatakan minat masyarakat terhadap lari meningkat 3 tahun terakhir. “Lari kini bukan lagi sekedar olahraga, tetapi sudah menjadi tren sosial. Peserta datang tidak hanya untuk berkompetisi, melainkan juga untuk membangun komunitas dan menikmati suasana sehat bersama,” katanya.


Pusat kebugaran dan studio olahraga mengalami lonjakan anggota. Melansir Jawa Pos, layanan kebugaran meningkat seiring kesadaran masyarakat meningkat. 


Rani, peserta Herbalife Run asal Jakarta Selatan, mengaku mengikuti komunitas olahraga karena ingin menjaga kesehatan sekaligus memperluas pergaulan. “Awalnya hanya ikut-ikutan teman, lama-lama jadi kebiasaan. Saya merasa lebih bugar, dan punya banyak kenalan baru dari komunitas lari,” ujar Rani. 


Tren gaya hidup sehat juga mendorong industri ritel olahraga. Produk athleisure atau busana kasual bergaya sporty semakin diminati. Data Kontan (September 2025) menyebutkan sejumlah peritel besar menambah lini produk olahraga karena melihat tren permintaan yang konsisten tumbuh.


Menurut pakar gaya hidup sehat dari Universitas Indonesia, Aditya Pramana, pola ini akan terus berkembang. “Masyarakat kini menempatkan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. Tidak hanya olahraga, tetapi juga pola konsumsi, fashion, hingga hiburan. Hal ini akan menciptakan ekosistem industri baru yang potensial,” jelasnya.


Meski tren ini positif, tantangan masih ada. Kesenjangan akses fasilitas antara kota besar dan daerah, serta biaya keanggotaan pusat kebugaran yang relatif tinggi, berpotensi membatasi partisipasi.


Aditya menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas agar tren gaya hidup sehat dapat menjangkau lebih luas.“Kesadaran sudah tumbuh, sekarang tinggal bagaimana semua pihak menyediakan ruang, fasilitas, dan edukasi agar kebiasaan ini menjadi budaya permanen,” pungkasnya.



Penulis: Ahmad Syahbani
Editor: Fadhilatul Dewi Anggraeni

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama