Dari Catwalk ke Arena: Kolaborasi Fashion High-end dan Brand Olahraga Mengubah Fashion Global

Balenciaga, Gucci, hingga Prada tidak hanya bersaing di catwalk. Brand mewah tersebut kini melirik lapangan olahraga untuk melebarkan kiblat fashion mereka.

Kolaborasi brand luxury dan brand olahraga bukanlah fenomena baru. Bukan lagi tentang kenyamanan, pakaian olahraga menjadi bagian dari gaya hidup penggunanya. Bukan hanya kenyamanan, inklusivitas dan fleksibilitas yang ditawarkan. Produk kolaborasi juga memanjakan pembelinya.

Contohnya, kolaborasi Prada dengan Adidas tahun 2022 yang menggunakan kain Re-Nylon khas Prada dan desain garis tiga khas Adidas. Keduanya mengeluarkan collection product, seperti tas, sepatu, dan set tracksuit. Menampilkan kesan yang bersih dan eksklusif jika digunakan.

Baru-baru ini Balenciaga dan Puma merilis kolaborasi untuk winter collection 2025. Dilansir dari situs wwd.com, kolaborasi ini terinspirasi dari desain populer sepatu SpeedCat Puma tahun 1999. Uniknya, Mereka juga mengeluarkan sepatu yang desainnya didaur ulang dari sepatu Ballerina. Menghasilkan desain sepatu model sporty dengan bentuk sepatu balet.

Sepatu Ballerina Kolaborasi Balenciaga dan Puma. (Sumber: Ari Versluis)


Bagi brand mewah, kolaborasi dengan brand sport adalah strategi memperluas pengaruh. Balenciaga, Gucci hingga Prada sadar bahwa glamor saja tidak cukup. Mereka butuh sentuhan street culture untuk tetap relevan di mata generasi muda. Sport brand jadi pintu masuk; fungsional, populer dan punya kedekatan emosional dengan konsumen sehari-hari.


Perlahan, sport brand bukan lagi sekadar teman olahraga. Mereka sudah masuk ke ruang-ruang sehari-hari; dari kampus, kantor hingga pesta malam. Kolaborasi dengan high fashion mempertegas posisi itu—bahwa sporty bisa jadi mewah dan luxury bisa jadi kasual.


Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa batas antara sport dan luxury makin kabur. Bukan lagi soal fungsi, melainkan soal citra dan strategi bisnis. High fashion dapat ‘cool factor’, sementara sport brand naik kelas menjadi luxury. Pada akhirnya, keduanya sama-sama meraih panggung yang lebih besar: gaya hidup generasi muda global.

Penulis: Fadhilatul Dewi Anggraeni Editor: Ahmad Syahbani

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama