Ritual Sambeq Sambut Para Pembalap MotoGP Mandalika 2025

Ajang balap motor MotoGP Mandalika 2025 diadakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada 3-5 Oktober 2025 ini diikuti oleh 11 tim dan 22 pembalap senior maupun junior. Salah satu hal yang unik dari ajang ini adalah adanya ritual sambeq. Melansir dari ANTARA, ritual ini merupakan prosesi penorehan tanda merah di dahi seseorang atau sekelompok orang–dalam hal ini adalah para pembalap yang akan berlaga di Sirkuit Mandalika.

Para pembalap yang akan bertanding dalam MotoGP Mandalika 2025 disambut ritual sambeq oleh pemangku adat Bayan, Senin (29/9/2025). (pojokntb.com)

Warna merah yang digunakan dalam ritual ini berasal dari campuran kunyahan daun sirih, daun pinang, dan kapur. Melansir dari lombokpost.jawapos.com, warna merah merupakan lambang dari darah, komponen penting dalam tubuh manusia.

Amiq Raden Kertamono, pemangku adat Bayan mengungkapkan makna filosofis dari ritual sambeq. “Semua bahan di atas dikunyah sehingga menghasilkan warna merah yang berarti tubuh manusia memerlukan darah merah. Kalau ndak ada darah dalam tubuh manusia ndak bisa apa-apa,” jelas Raden.

Ritual sambeq diberikan untuk keselamatan jiwa. Ritual dari Suku Sasak ini dipercaya mampu menolak bala dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama ajang MotoGP 2025 berlangsung. 

“Sambeq ini untuk keselamatan orang-orang yang melaksanakan MotoGP Mandalika," pungkas Raden. 

Penulis: Wanda Hamidah Editor: Fadhilatul Dewi Anggraeni

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama