Hadapi Arctic Open 2025, PBSI Hanya Kirimkan Tiga Wakil sebagai Strategi

Badminton World Federation (BWF) kembali menyelenggarakan laga bulu tangkis Internasional dengan tajuk CLASH OF CLANS Arctic Open 2025 powered by YONEX. Pertandingan ini akan digelar di Vantaan Energia areena, Rajatorpantie 23, Vantaa, Finlandia pada 7-12 Oktober 2025.

Para wakil Indonesia yang akan berlaga pada Arctic Open 2025 di Vantaa, Finlandia pada 7-12 Oktober 2025.

(Sumber: X/INABadminton)


Badminton World Federation (BWF) kembali menyelenggarakan laga bulu tangkis internasional dengan tajuk CLASH OF CLANS Arctic Open 2025 powered by YONEX. Pertandingan ini akan digelar di Vantaan Energia areena, Rajatorpantie 23, Vantaa, Finlandia pada 7-12 Oktober 2025.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengirim tiga perwakilan yang semuanya dari kategori ganda putri untuk berlaga di ajang yang lebih dikenal Arctic Open 2025 ini. Dilansir dari laman resmi pbsi.id, ketiga wakil tersebut adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Amallia Cahaya Pratiwi/Lanny Tria Mayasari.

Keputusan PBSI untuk hanya mengirimkan tiga wakil dalam menghadapi turnamen berlevel BWF Super 500 ini bukan tanpa alasan. Melansir dari tvonenews.com, keputusan ini adalah langkah strategis PBSI dalam menghadapi laga selanjutnya. Karena setelah Arctic Open 2025, ada Denmark Open 2025 dan French Open 2025 – rangkaian BWF Super 750 – yang menanti Indonesia

Meski bukan turnamen dengan level tertinggi, kepala pelatih, Karel Mainaky berharap, para wakil Indonesia dapat mengalahkan pemain lain yang berlaga di turnamen ini. 

“Melihat persaingan dan calon lawan memang tidak berbeda, banyak pasangan top hadir di sini jadi saya berharap Ana/Trias, Rachel/Febi dan Tiwi/Lanny bisa menembus dan mengalahkan mereka,” ungkap Karel kepada Tim Humas dan Media PP PBSI usai menjajal arena pertandingan hari Senin (6/10/2025) pagi waktu setempat.

Ketiga pasangan yang akan berlaga di Finlandia ini merupakan pemain yang baru dipasangkan dan masih butuh adaptasi untuk membangun kekompakan. 

Sebelumnya, ketiga pasangan ini telah mengikuti turnamen Super 500 Hong Kong Open 2025 dan Super 750 China Masters 2025 namun hasilnya belum memuaskan. Oleh karena itu, hasil pertandingan mereka di Arctic Open 2025 ini akan menjadi modal mereka untuk menghadapi turnamen-turnamen yang lebih besar kedepannya. Penulis: Wanda Hamidah Editor: Fadhilatul Dewi Anggraeni

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama