Duel panas bakal tersaji di Stadion Segiri, Minggu (29/9/2025) antara Borneo FC kontra Persija Jakarta dalam pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026. Laga ini menjadi bukti Borneo FC sebagai tim pemuncak klasemen melawan Persija Jakarta tengah mencari konsistensi.
Pesut Etam – julukan Borneo FC – dari lima pertandingan awal meraih kemenangan beruntun dan memuncaki klasemen dengan perolehan 15 poin. Mariano Peralta menjadi kunci utama dengan empat gol yang menjadikannya top scorer. Warna segar yang ditampilkan oleh Juan Villa dan Aldair Simanca turut menambah performa pada lini tengah dan sayap.
| Momen perebutan bola laga pekan keenam Super League 2025-2026 antara Borneo FC vs Persis Solo di Stadion Segiri, Samarinda, 22 September 2025 September 2025. (Dok. Persis Solo) |
Pelatih Fabio Lefundes menekankan pentingnya fokus dan konsistensi anak asuhnya. Tren positif ini, menurutnya, harus dijaga agar tidak berhenti hanya di awal musim. Stadion Segiri dipastikan kembali penuh, menjadi tambahan energi untuk menjaga rekor sempurna mereka.
Di sisi lain, Persija Jakarta datang dengan misi bangkit. Setelah start tak terkalahkan di lima laga awal, Macan Kemayoran melempem di dua laga terakhir, ditahan imbang Bali United dan kalah 0-2 dari PSM Makassar. Hasil itu membuat Persija kini berada di posisi kedua klasemen dengan 11 poin dari enam laga, tertinggal empat angka dari Borneo FC.
Konsistensi pemain asing masih jadi permasalahan Persija. Nama seperti Allano Lima yang belum tampil stabil dan penjaga gawang Carlos Eduardo menuai kritik pasca kontra PSM. Di tengah kondisi itu, bek Jordi Amat menegaskan tim sudah melakukan evaluasi dan siap tampil lebih agresif di Samarinda.
Laga ini menjadi ujian nyata bagi kedua tim. Borneo FC ingin mempertahankan rekor sempurna sekaligus memperlebar jarak di puncak klasemen, sedangkan Persija mengincar kebangkitan agar tidak semakin tertinggal. Kedua tim sama-sama diperkuat pemain bintang, menjadikan Stadion Segiri menjadi saksi duel paling menarik di awal musim.
Penulis: Haidar Aufa Editor: Fadhilatul Dewi Anggraeni