Jogja Last Friday Ride, Ketika Kota Menjadi Lautan Sepeda

Yogyakarta, LensaRaga – Pemandangan berbeda tampak di jalanan Kota Yogyakarta tiap bulannya pada malam jumat terakhir. Ribuan pesepeda berbagai kalangan tergabung di ajang Jogja Last Friday Ride (JLFR).

JLFR adalah tradisi gowes yang melekat jadi gaya hidup warga kota. Acara ini tidak pernah sepi peminat dan peserta yang hadir sangat beragam.

Kendaraan melewati kerumunan massa Jogja Last Friday Ride (JFLR). (Sumber: Pandangan Jogja/Resti Damayanti)

Komunitas sepeda, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga jadi bagian dari event ini. Jenis sepeda yang digunakan bervariasi, dari onthel klasik, sepeda lipat, hingga fixie dengan warna mencolok.

Lebih dari sekadar olahraga, JLFR telah menjelma sebagai ruang ekspresi. Kostum nyentrik dan komunitas yang positif, memperluas pertemanan ditambah dengan kehangatan selama mengitari sudut ikonik Jogja membuat acara ini semakin ikonik.

JLFR simpan pesan sosial, kehadiran ribuan pesepeda tiap bulan jadi pengingat pentingnya ruang kota bagi pengguna sepeda. Hadirnya tradisi ini jadi bukti bahwa Jogja masih menjaga napas lama sebagai “kota sepeda”.

Lebih dari sekadar gowes, JLFR kini telah menjadi denyut khas Jogja di malam Jumat terakhir. Sebuah pertemuan yang menyatukan komunitas, gaya hidup, sekaligus semangat kebersamaan.



Penulis: Haidar Aufa Editor: Fadhilatul Dewi Anggraeni
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama