FISIP Olympic 2025 Jadi Ajang Bakat Mahasiswa dan Melatih Kompetensi Panitia

Sleman, Lensa Raga —  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Yogyakarta kembali menggelar FISIP Olympic 2025. Ajang ini menghadirkan berbagai cabang kompetisi. Mulai dari badminton, band, campaign, hingga e-sport, yang dapat diikuti seluruh mahasiswa.
Peserta cabang olahraga badminton FISIP Olympic melakukan salaman selepas akhir pertandingan di Gedung Serba Guna Gatot Subroto Kampus 2 UPN “Veteran” Yogyakarta, (21/9). (dokumentasi/panitia)

Selain menjadi wadah untuk menyalurkan bakat, FISIP Olympic juga dirancang sebagai ruang belajar bagi panitia. Melalui pengalaman mengelola acara, mahasiswa diharapkan mampu melatih kemampuan organisasi, manajemen waktu serta kepemimpinan.

Ketua pelaksana, Prabu Landung, menegaskan bahwa manfaat acara ini tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga penyelenggara. “Saya pribadi berharap FISIP Olympic menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menyalurkan kebolehan yang dimiliki, sekaligus wadah bagi panitia untuk mencetak pribadi yang kompeten,” ujarnya.

Meski begitu, penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari tantangan. Pihak dekanat FISIP tidak mengizinkan cabang futsal dan basket dipertandingkan, dengan pertimbangan potensi kericuhan yang pernah terjadi pada kompetisi terdahulu.

Seorang mahasiswa yang berharap bisa mengikuti turnamen basket mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, basket 5 lawan 5 bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga media untuk mempererat hubungan antar jurusan. “Jujur kecewa dan sedih, karena event-event besar seperti ini biasanya jadi ajang membangun chemistry antar pemain sekaligus mempererat hubungan antar angkatan. Tahun ini FO jadi terasa sepi karena pilihan pertandingannya berkurang,” ungkap mahasiswa tersebut.

Meski begitu, ia tetap memahami kekhawatiran pihak birokrasi. Ia berharap larangan ini tidak berlangsung permanen dan bisa dijadikan bahan evaluasi. “Aku paham kekhawatiran soal keamanan dan citra kampus. Menurutku, seharusnya ini jadi bahan pembelajaran bagi panitia, pemain, dan suporter. Harapanku kedepan event basket tetap bisa diadakan dengan aturan yang tegas supaya semua pihak patuh dan acaranya bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Landung mengaku sudah mencoba berdiskusi dengan dekanat agar cabang olahraga tersebut tetap digelar. “Kami berusaha memastikan bahwa panitia tahun ini kompeten dan bertanggung jawab, tetapi keputusan dekanat tetap tidak mengizinkan,” jelasnya.

Kendati menghadapi keterbatasan, panitia mengalihkan fokus pada cabang lain yang tetap bisa berjalan. Mereka menaruh harapan agar FISIP Olympic 2025 tetap menjadi pengalaman berharga, sekaligus memperkuat tradisi kompetisi di lingkup mahasiswa.


Penulis: Haidar Aufa
Editor: Ahmad Syahbani
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama